Bu Gerti melihat sebuah rumah di pohon saat sedang berjalan kembali dari lembah. Betul-betul tempat yang indah untuk kami tinggali pikirnya. “Aku lelah mendengar nenek yang mengeluh tentang betapa sesaknya Sarang Lorong kami yang di bawah tanah. Kami akan pindah besok!” pikir Bu Gerti. Ketika anggota keluarga lain mendengar rencana Bu Gerti, mereka berkata, “Kamu tak bisa tinggal di pohon!” teriak Bu Grasi kelinci. “Memangnya ada apa dengan Sarang Lorong Bawah Tanah ini?” tanya Pak Gog kelinci. Oo oooh, Bu Gerti tak peduli lagi pada protes mereka. Ia sudah yakin. Ia dan keluarganya akan pindah. Ia akan membawa pindah keenam anaknya; Jeri, Susi, Mabel, Joni, Marti dan Teri ke rumah pohon. Ternyata, enam anaknya suka akan tempat itu. Tempat itu tampak modern dan nyaman karena ada pintu dan dua jendela. “Indah sekali pemandangannya,” kata Jeri. “Aku bisa melihat sepupu kita yang sedang bermain di padang rumput!” kata Susi. “Mereka pasti iri melihat kita di atas pohon,” ka...
Matahari bersinar terik di Lampung. Sinarnya terhalang rimbunnya pepohonan, sehingga hanya menyisakan berkas tipis. Burung-burung berkicau seolah sedang menyanyikan lagu untuk alam. Bunyi riak jernih sungai beradu dengan batu kali berpadu dengan sahutan dari beberapa penghuni hutan yang lainnya. Ya, inilah tempat tinggal Bora, si anak gajah Lampung yang sekarang tengah asyik bermain bersama teman-temannya di sebuah sungai. Ketika Bora menyemprotkan air ke arah Dodo—anak gajah lainnya—dengan belalainya, ia pun memekik nyaring. Sampai akhirnya, kegembiraan mereka terpecah oleh bunyi bising dari sebelah utara hutan. Bunyi bising itu bercampur dengan deru sesuatu yang sama sekali tidak Bora kenal. “Hei, lihat itu!” Semua serentak menghentikan kegiatan mereka dan menengok ke langit yang ditunjuk Dodo. Asap hitam tebal yang membumbung tinggi dari sana. Asap itu semakin tebal dan terus menebal...
Bombom adalah raksasa yang sangat besar di dunia. Ia juga paling tua. Semua temannya raksasa dan keluarganya telah meninggal dua puluh tahun lalu. Ia adalah satu – satunya raksasa yang tertinggal dan sangat kesepian. Tinggi Bobom sekitar 10 kaki lebih, tetapi Bombom selalu takut. Ia adalah raksasa baik hati dan ia takut kalau ia menakuti orang – orang. Sejak 20 tahun lalu, Bombom meninggalkan rumahnya di kota. Bombom tinggal di hutan karena ia merasa telah menyusahkan manusia. Dulu, Bombom menyebabkan jalan di kota macet. Para supir sangat kaget melihatnya. Mereka berhenti mendadak dan akhirnya terjadi tabrakan. Betul – betul mengerikan. Anak – anak kecil lari darinya dan berteriak. Padahal Bobom sangat suka anak – anak. Setelah 20 tahun berlalu, orang – orang akhirnya lupa bagaimana bentuk raksasa. Suatu hari, Bombom sangat gembira, karena ada sebuah rumah sakit anak – anak dibangun di sebelah rumahnya. Rumah sakit itu khusus untuk anak – anak yang sakit paru – paru. ...
Komentar
Posting Komentar