Postingan

Cerpen : Monyet dan Kacamata Ajaib yang Salah Pakai

Gambar
Di sebuah hutan bambu yang rimbun, hiduplah seekor monyet pintar namun sedikit ceroboh bernama Momo. Momo selalu merasa dirinya adalah hewan paling bergaya di seluruh hutan. Suatu hari, saat sedang mencari pisang di pinggir hutan dekat desa manusia, Momo menemukan sebuah benda aneh. Benda itu memiliki dua kaca bulat dengan bingkai hitam. Ya, itu adalah sebuah kacamata milik seorang penjelajah yang tertinggal. Momo mengambilnya dengan girang. “Wah! Ini pasti ‘Mata Tambahan Ajaib’ yang sering dibicarakan burung beo cerewet itu!” serunya. Tanpa berpikir panjang, Momo memakainya. Namun, alih-alih memakai di mata, Momo memakainya terbalik di atas kepalanya. Ia merasa sangat tampan dan mulai berjalan keliling hutan dengan gaya menyombongkan diri. “Lihatlah aku! Aku sekarang punya empat mata! Aku bisa melihat masa depan!” seru Momo dengan angkuh kepada Kura-kura yang sedang lambat berjalan. Kura-kura menatap Momo dengan bingung. “Momo, kau memakai benda itu di kepalamu, bukan di m...

Dongeng : Tupai dan Pohon Apel yang Baik Hati

Gambar
Di sebuah lembah yang subur, berdiri sebuah pohon apel besar yang sudah ratusan tahun usianya. Pohon itu dikenal baik hati karena selalu memberikan buahnya kepada semua hewan yang membutuhkan. Seekor tupai bernama Toto tinggal di dahan pohon apel tersebut. Toto adalah tupai yang rakus. Setiap hari ia mengambil apel sebanyak mungkin, jauh lebih banyak dari yang bisa dimakannya, hanya untuk ditimbun di dalam sarangnya. Suatu musim kemarau panjang, semua tumbuhan di lembah mengalami kesulitan. Pohon apel pun mulai kekurangan air dan buahnya menjadi semakin sedikit. Hewan hewan yang bergantung pada pohon apel mulai kelaparan. Toto melihat keadaan ini dari sarangnya yang penuh dengan timbunan apel. Seekor kelinci kecil datang dengan mata penuh harap, “Toto, apakah kamu punya sedikit apel yang bisa dibagikan? Anak anakku belum makan sejak kemarin.” Toto hampir mengatakan tidak, tapi kemudian ia melihat mata besar kelinci kecil itu yang memandangnya dengan penuh kepercayaan. Sesua...

Dongeng Fabel : Kancil, Semut, dan Cicak

Gambar
Di sebuah hutan tinggallah seekor kancil bersama dengan sekelompok semut. Mereka berteman sangat baik. Suatu hari ketika kancil dan sekelompok semut sedang bermain di tepian sungai, mereka melihat ada sebuah pohon apel yang buahnya terlihat matang. Dengan segera kancil menghampiri pohon apel dan menyundul buah apelnya agar berjatuhan. Kemudian buah apel yang berhasil disundul diletakkan di tepian sungai. Para semut pun bergotong royong membawa buah apel tersebut ke tempat yang nyaman untuk beristirahat. Setelah semua buah apel terangkut, mereka pun makan buah bersama–sama. Hanya saja ketika mereka sedang asyik menikmati buah apel hasil buruan, datang seekor cicak yang tiba–tiba saja mengambil beberapa buah apel yang masih belum dimakan. Cicak kemudian kabur dengan cepat. Ternyata aksi tersebut terlihat oleh beberapa semut hingga semut yang melihat pun langsung berteriak, “Pencuri! Pencuri! Ada pencuri!” Mendengar teriakan semut yang keras, Kancil terkejut bukan main. Ia pun...

Cerpen : Burung Pipit Yang Baik

Gambar
Disebuah hutan beberapa ekor burung Pipit melihat pohon mangga yang daunnya layu. Pohon itu berkata "aku haus, tapi tidak ada air." Mendengar itu burung burung Pipit itu segera terbang ke sungai terdekat. Mereka mengambil air dengan paruhnya, dan menyiramkannya ke akar pohon. Mereka melakukannya berulang ulang meski badannya lelah. Beberapa hari kemudian hujanpun turun. Pohon mangga kembali segar dan berbuah lezat. Dan pohon itu berkata "terimakasih burung Pipit, berkat kebaikanmu aku bisa bertahan," Pesan moral: kebaikan sekecil apapun pasti sangat berarti bagi sesama mahluk hidup

Cerpen : Anak Bebek yang Unik

Gambar
Di sebuah peternakan, hiduplah seekor anak bebek bernama Bebi yang memiliki bulu berwarna berbeda dari saudara-saudaranya. Bebi merasa sedih karena sering diejek oleh teman-temannya. Suatu hari, seekor elang besar datang menyerang peternakan. Semua hewan panik dan bersembunyi, tetapi Bebi yang pemberani memutuskan untuk melawan elang tersebut. Dengan keberaniannya. Bebi berhasil menakut-nakuti elang itu dan menyelamatkan semua hewan di peternakan. Sumber : Tiktok https://vt.tiktok.com/ZS9XrBPt5/

Dongeng : Bintang Kecil yang Tak Sabar

Gambar
Di langit malam yang tenang, tinggallah sebuah bintang kecil bernama Nara. Nara bersinar lembut, tapi ia selalu merasa cahayanya terlalu redup. “Aku ingin bersinar paling terang,” gumam Nara setiap malam sambil memandang bintang-bintang besar di sekitarnya. Ia sering membandingkan dirinya dengan Bintang Utara yang selalu bersinar stabil, atau Bulan yang disukai semua makhluk di bumi. Nara merasa tidak sabar menunggu gilirannya untuk bersinar lebih terang. Suatu malam, Nara berkata pada angin malam, “Kapan aku bisa bersinar seperti mereka? Aku ingin semua orang melihatku.” Angin berbisik pelan, “Setiap bintang punya waktunya sendiri.” Namun Nara tidak puas. Ia mencoba bersinar lebih keras, memaksa cahayanya keluar. Tapi karena terlalu memaksakan diri, cahayanya justru berkedip-kedip dan hampir padam. Nara merasa sedih dan lelah. Ia menangis pelan di langit gelap. “Aku hanya ingin terlihat,” katanya lirih. Tak lama kemudian, Bulan mendekat dengan cahaya lembutnya. “Nara,” kat...

Dongeng : Si Kancil dan Penghormatan pada Orang Tua

Gambar
Dahulu kala, di tengah hutan yang lebat dan hijau, tinggalah seekor kancil yang lincah dan cerdik. Namanya, si Kancil. Meskipun kecil, si Kancil memiliki hati yang besar dan selalu berusaha untuk menjalani hidup dengan baik dan bijaksana. Suatu hari, saat si Kancil sedang bermain-main di hutan, ia bertemu dengan seekor burung hantu yang bijaksana. “Hai, Kancil,” sapa burung hantu ramah. “Apakah kamu tahu betapa pentingnya menghormati orang tua?” Si Kancil mengangguk. “Ya, tentu saja! Orang tua adalah sosok yang pantas kita hormati dan kita cintai.” “Benar sekali,” sahut burung hantu. “Namun, apakah kamu selalu menghormati dan mendengarkan kata orang tuamu?” Si Kancil berpikir sejenak. “Hmm, sebagian waktu, aku melakukannya,” jawab si Kancil. “Tapi, menghormati orang tua tidak boleh sebagian waktu saja. Kamu harus melakukannya selalu, baik dalam kebahagiaan maupun kesulitan hidup,” ujar burung hantu bijaksana itu. Si Kancil tersentak. Ia mulai merenung, menyadari bahwa ada b...