Dongeng : Paras Ayu dan Rusa Bergelang Kaki
Di tepi Hutan Tritisan, pokok-pokok raksasa menjulang. Rimbun dedaunan membuat suasana di sekitarnya teduh dan nyaman. Tak jauh dari pinggir hutan terdapat sebuah pondok kayu. Pekarangannya hijau ditanami sayur dan buah-buahan. Ada kolam ikan serta kandang bebek dan ayam di sudut halaman. Pohon-pohon kelapa menaungi kebun dengan bayangannya yang rindang. Di sanalah Larasati dan Paras Ayu tinggal. Kakak beradik itu sejak kanak-kanak yatim piatu. Sudah lama orang tua mereka meninggal dunia. Larasati yang lima tahun lebih tua dari Paras Ayu merawat dan membesarkan adiknya seperti anaknya sendiri. Kakak beradik itu saling mengasihi. Suatu hari di sore yang cerah, matahari membiaskan warna jingganya yang indah. Penduduk desa menyebutnya sandyakala. Larasati dan Paras Ayu duduk di ambin depan rumah mereka. Keduanya baru saja selesai mandi di sungai. Rambut mereka tampak basah. Larasati menyisiri rambut adiknya yang panjang terurai. Walau masih berusia sebelas tahun, kecantik...