Cerpen : Monyet dan Kacamata Ajaib yang Salah Pakai

Di sebuah hutan bambu yang rimbun, hiduplah seekor monyet pintar namun sedikit ceroboh bernama Momo. Momo selalu merasa dirinya adalah hewan paling bergaya di seluruh hutan. Suatu hari, saat sedang mencari pisang di pinggir hutan dekat desa manusia, Momo menemukan sebuah benda aneh. Benda itu memiliki dua kaca bulat dengan bingkai hitam. Ya, itu adalah sebuah kacamata milik seorang penjelajah yang tertinggal.

Momo mengambilnya dengan girang. “Wah! Ini pasti ‘Mata Tambahan Ajaib’ yang sering dibicarakan burung beo cerewet itu!” serunya.

Tanpa berpikir panjang, Momo memakainya. Namun, alih-alih memakai di mata, Momo memakainya terbalik di atas kepalanya. Ia merasa sangat tampan dan mulai berjalan keliling hutan dengan gaya menyombongkan diri. “Lihatlah aku! Aku sekarang punya empat mata! Aku bisa melihat masa depan!” seru Momo dengan angkuh kepada Kura-kura yang sedang lambat berjalan.

Kura-kura menatap Momo dengan bingung. “Momo, kau memakai benda itu di kepalamu, bukan di matamu. Kau tampak seperti alien berjamur,” kata Kura-kura jujur.

Momo tidak peduli. Ia terus memanjat pohon sambil bergaya. Namun, karena ia terus-menerus menengadah ke atas untuk memamerkan kacamata di kepalanya, ia tidak melihat ada sarang lebah besar di depannya. BUK! Kepala Momo menabrak sarang lebah yang empuk namun mendengung marah.

Ratusan lebah keluar. “Siapa yang mengganggu tidur siang kami?!” dengung lebah ratu.

Momo panik. Ia berlari pontang-panting, melompat dari dahan ke dahan sambil berteriak, “Tolong! Mata ajaibku meramalkan bahaya!” Padahal, kacamata itu sudah merosot menutupi hidungnya, membuat napasnya berbunyi “ngik-ngik” setiap kali ia melompat.

Momo akhirnya nyebur ke dalam sungai yang dingin untuk menghindari lebah. Saat ia muncul di permukaan, kacamata itu tersangkut di telinganya dan membuatnya tampak seperti memakai anting aneh. Ikan-ikan di sungai tertawa terbahak-bahak melihat penampilan monyet yang basah kuyup dan mengenakan kacamata di telinga.

Momo akhirnya sadar bahwa gaya bukanlah segalanya, apalagi jika kita tidak tahu cara menggunakan suatu barang dengan benar. Ia pun mengembalikan kacamata itu ke pinggir hutan, berharap manusia penjelajah itu bisa menemukannya kembali, sambil berjanji tidak akan lagi memakai barang aneh yang bukan miliknya.

Pesan moral yang bisa diajarkan ke anak: Jangan mudah sombong dengan hal-hal yang baru kita miliki, dan penting untuk selalu berhati-hati melihat jalan ke depan.

Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/ini-pilihan-dongeng-anak-yang-bisa-dibacakan-sebelum-tidur?srsltid=AfmBOorTRUR7c7fTayYeK6QqT65biG8bQI_Iu1ctzCAiDnogpgzIKtUB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Hutan Merah

Cerpen : Tiga Ekor Burung Walet

Cerpen : Obat Bosan dari Nenek