Dongeng : Bintang Kecil yang Tak Sabar

Di langit malam yang tenang, tinggallah sebuah bintang kecil bernama Nara. Nara bersinar lembut, tapi ia selalu merasa cahayanya terlalu redup.

“Aku ingin bersinar paling terang,” gumam Nara setiap malam sambil memandang bintang-bintang besar di sekitarnya.

Ia sering membandingkan dirinya dengan Bintang Utara yang selalu bersinar stabil, atau Bulan yang disukai semua makhluk di bumi. Nara merasa tidak sabar menunggu gilirannya untuk bersinar lebih terang.

Suatu malam, Nara berkata pada angin malam, “Kapan aku bisa bersinar seperti mereka? Aku ingin semua orang melihatku.”

Angin berbisik pelan, “Setiap bintang punya waktunya sendiri.”

Namun Nara tidak puas. Ia mencoba bersinar lebih keras, memaksa cahayanya keluar. Tapi karena terlalu memaksakan diri, cahayanya justru berkedip-kedip dan hampir padam.

Nara merasa sedih dan lelah. Ia menangis pelan di langit gelap.
“Aku hanya ingin terlihat,” katanya lirih.

Tak lama kemudian, Bulan mendekat dengan cahaya lembutnya.
“Nara,” kata Bulan, “tahukah kamu? Ada anak kecil di bumi yang selalu mencari cahayamu setiap malam sebelum tidur.”

Nara terkejut. “Benarkah?”

Bulan mengangguk. “Cahayamu memang kecil, tapi cukup untuk menemaninya merasa aman.”

Mendengar itu, Nara terdiam. Ia tidak pernah menyadari bahwa cahayanya sudah berarti bagi seseorang.

Malam itu, Nara berhenti memaksakan diri. Ia bersinar pelan, stabil, dan hangat. Tidak terlalu terang, tapi cukup menenangkan.

Di bumi, seorang anak kecil tersenyum di balik selimutnya.
“Bintangnya masih ada,” gumamnya sebelum terlelap.

Sejak saat itu, Nara belajar untuk bersabar. Ia memahami bahwa tidak perlu menjadi yang paling terang untuk menjadi berarti. Bersinar dengan caranya sendiri sudah cukup.

Dan setiap malam, Nara bersinar lembut di langit, menemani anak-anak tidur dengan perasaan aman dan nyaman.

Sumber : https://preschool.sparks-edu.com/dongeng-pengantar-tidur/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Hutan Merah

Cerpen : Obat Bosan dari Nenek

DONGENG : Rumah untuk di Relakan