Bukan Salah Nenek


Endi keluar dari kamarnya dengan mata mengantuk. “ Ma ….. pa…… “ Panggil Endi dengan suara mengantuk. Mama dan Papa yang sedang menonton TV, menoleh heran. “ Lo, Endi, ada apa sayang ?” tanya Mama sambil mengecilkan suara dari TV dengan remote. “ Maa, malam ini, Endi tidur di kamar Mama Papa saja, Ya !” Pinta Endi yang sudah memakai baju tidurnya. Endi memeluk bantal kesayangannya juga. “ Ada apa, Endi ? kenapa malam – malam begini kamu mau mngungsi?” tanya Papa sambil tersenyum lucu. Endi menyelinap duduk diantara mama papanya di sofa. Matanya sangat mengantuk dan mulutnya tampak cemberut kesal. “ Endi tidak bisa tidur, Ma, Pa. jangan tidur sama Endi. Soalnya, Nenek sekarang kalau tidur, berisik. Tidak seperti dulu. Nenek mendengkur… Bunyinya begini …. Ngook… Ngook… Ngoookkk “ Endi meniru bunyi dengkuran neneknya.
Mama Papa Endi menahan tawa. Namun mereka tetap mendengar cerita Endi. “ Bunyi dengkur Nenek keras sekali ! Endi sudah coba tutup kuping pakai bantal, Eeeh tapi bunyinya masih kedengeran juga ,” Keluh Endi. Papa dan Mama tak bisa lagi menahan tawa mereka. Cara Endi meniru dengkuran Nenek, terdengar lucu. Nenek Endi memang baru datang dari Bandung. Dan seperti biasa, Endi selalu mengajak Nenek tidur bersamanya.” Besok, Mama akan bilang ke Nenek untuk tidur di kamar tamu saya. Kan, kamar tidur memang sudah dirapikan untuk nenek. Tapi Endi Sendiri yang minta Nenek menemani Endi di kamar Endi” Kata Mama.
Endi menghembus napas panjang. “ Iya, sih, Ma. Tapi, Nenek, kan biasanya tidak mendengkur. Kenapa sekarang jadi medengkur ?” Kata Endi Heran. Mama dan Papa lalu bergantian menjelaskan pada Endi. Hampir  setiap orang kalau tidur mendengkur. Hanya saja, ada beberapa orang yang suara dengkurannya keras. Kadang menganggu orang yang tidur bersama orang itu. Begitu kata mama. Papa juga menjelaskan. Penyebab orang tidur mendengkur itu, karena ada udara yang keluar melalui mulut. Nah, udara ini menggetarkan langit – langit lunak yang berada di mulut sebelah atas dekat tenggorokan. Getaran inilah yang terdengar oleh kita. Kalau getarannya keras, maka suara dengkurannya juga terdengar keras. “ Sampai saat, belum ada cara yang paling tepat untuk menghentikan orang tidur mendengkur,” Kata Papa lagi.
“ Wah, kalau begitu, kasihan, ya, Nenek. Nebek juga pasti tidak tahu, kalau sekarang Nenek mendengkur saat tidur. Jadi, Ma, Pa, bagaimana ya, cara menghentikan dengkuran Nenek? Soalnya, Endi suka tidur di temani Nenek. Karena Nenek suka mendongengi Endi sebelum tidur” Ujat Endi yang sangat sayang pada Neneknya. “ Begini saja ! Malam ini, Endi tidur sama Mama Papa. Besok, Mama akan ngobrol dengan Nenek. Mama akan sarankan Nenek untuk tidur menyamping, Tidak terlentang” Kata Mama. “ Kalau begitu, sekarang Endi tidur di Kamar Mama Papa dulu ya. Endi sudah ngantuk” Kata Endi sambil menguap. 
Mama Papa mencium dahi Endi. Endi lalu melangkah ke kamar Mama Papa. Matanya sudah setengah tertutup karena sangat mengantuk. Endi berharap, semoga Nenek tidak mendengkur keras lagi. Jika ia bisa tidur ditemani nenek lagi.  













Sumber : majalah bobo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Hutan Merah

Cerpen : Obat Bosan dari Nenek

Cerpen : Tiga Ekor Burung Walet