Postingan

SERBA-SERBI : Bukan Hanya Pemanasan, Pendinginan Setelah Olahraga Juga Punya Beragam Manfaat

Gambar
  Apakah teman-teman berolahraga setiap hari? Meski hanya  olahraga  ringan, sederhana, dan dilakukan di rumah, berolahraga secara rutin penting untuk tubuh, lo. Dengan berolahraga secara rutin, maka hal ini akan membantu kita untuk membakar kalori yang tidak diperlukan dan dibutuhkan oleh tubuh. Olahraga  secara rutin juga membuat tubuh kita menjadi bergerak secara aktif. Selain itu,  olahraga  ternyata bisa meningkatkan kecerdasan dan ketekunan, yaitu  olahraga  membuat kita jadi lebih mudah fokus saat mengerjakan tugas. Nah, ketika berolahraga, maka kita sebaiknya tidak langsung berolahraga, tapi melakukan pemanasan dan pendinginan. Mungkin teman-teman selalu melakukan pemanasan, tapi adakah yang tidak melakukan pendinginan setelah  olahraga ? Yap, pendinginan setelah  olahraga  juga penting dilakukan, lo, teman-teman. Simak  manfaat melakukan pendinginan  setelah  olahraga , yuk! Mengapa Pendinginan Setelah  ...

SERBA-SERBI : 5 Manfaat Lompat Tali Jika Dilakukan Secara Rutin, Salah Satunya Tingkatkan Kepadatan Tulang

Gambar
  Lompat tali  bisa menjadi pilihan olahraga yang memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Termasuk kelompok olahraga  plyometric,   lompat tali  bisa membantu membuat otot dan jantung menjadi lebih sehat. Olahraga  ini bisa dilakukan di luar rungan atau di dalam ruangan. Teman-teman bisa melakukan olahraga ini selama 20 menit sehari untuk mendapatkan hasil maksimal. Namun bila belum terbiasa, lakukan secara perlahan dari 5 menit per hari. Tapi ingat untuk melakukan secara rutin dan menambah durasi setiap harinya. Bila ingin melakukan  lompat tali  di dalam rumah, teman-teman harus mencari tempat yang luas. Setidaknya sediakan ruangan 2 x 3 meter yang tidak penuh dengan barang. Sebelum melakukan olahraga ini, teman-teman bisa melakukan perenggangan selama 5 smpai 10 menit. Hal ini perlu agar teman-teman tidak memperoleh cedera saat melakukan  lompat tali . Pastikan juga untuk memiliki perlengkapan dalam kondisi baik dan gunakan sepatu yang sesu...

CERPEN : Kue Cubit Musim Hujan

Hari masih hujan ketika Chika tiba di rumah sepulang sekolah. Langit tampak kelabu, namun hati Chika tetap ceria. Hari ini adalah hari ia tunggu-tunggu. Ia dan Ibu akan membuat kue cubit untuk pesta kenaikan kelas. Ya, besok, teman-teman Chika akan berkumpul di rumah Chika untuk pesta bersama. Tahun ini, semua anak naik kelas. Itu patut dirayakan, bukan? Chika sebagai tuan rumah, mendapat tugas menyediakan kue cubit dan minuman segar. Teman-teman lain ada yang membawa cilor, es cendol, pisang cokelat, tahu isi, dan sebagainya. Chika sudah membayangkan suasana pesta besok. Hidangannya sederhana, tetapi pasti meriah.     “Ibu, aku sudah pulaaang… “ seru Chika memanggil ibunya, sambil membuka jas hujannya. Anak perempuan kelas 4 SD itu menggantung jas hujannya di senderan bangku kayu di teras. Air dari jas hujannya menetes ke lantai teras. Chika bersyukur ibunya tadi pagi mengingatkannya untuk membawa jas hujan. Langit mendung sejak pagi. Tadi pagi, Ibu menduga hujan akan tu...

CERPEN : Ke Festival Bau Nyale

  Rena dan Kiki menatap kesal ke arah Sheika. Mereka sebal. Gara-gara Sheika telat bangun, malas-malasan, dan lamban bergerak, mereka jadi ketinggalan Festival Bau Nyale. Padahal, Rena, Kiki, Sheika, dan Tante Rin sudah sengaja pergi pada bulan Februari untuk melihat festival ini. Pada Festival Bau Nyale, orang-orang suku Sasak beramairamai ke Pantai Kuta Lombok. Mereka menangkapi nyale-nyale atau cacing laut yang keluar pada hari khusus itu. Yaitu tanggal 20, bulan sepuluh. Tahun Sasak. Biasanya tanggal itu jatuh pada bulan Februari dalam hitungan masehi. Nah, nyale-nyale hanya muncul selama beberapa jam saja sejak dini hari, sekitar pukul 04:00 pagi. Jadi, terlambat sedikit, mereka tidak sempat melihat keramaian festival itu. “Maaf… maaf… “ ucap Sheika melihat kedua sepupunya begitu kesal kepadanya. “Huh! Lelet!” dengus Kiki keras-keras, menggandeng tangan Rena dan berjalan cepat meninggalkan Sheika. Sheika terdiam. “Sudah, jangan sedih. Lain kali, jangan suka lelet,” ujar Tante ...

CERPEN : Bukan Maksudnya Mencuri

  Siang itu hari panas sekali. Tukang es serut, tukang es buah dan tukang es cendol sejak tadi boiak balik di gang Betet. Gang rumah Toton. "Tinggg... tingg!" Tukang Es Serut mendentingkan gelasnya dengan sendok. "Es cendol! Essss!" teriak si. Penjaja Es Cendol. Siang itu Toton sedang belajar PMP untuk ulangan besok. Ia duduk di bawah pohon jambu. Mendengarkan teriakan itu, pikiran Toton menjadi tidak tenang. "Minum es siang-siang seperti ini, hmmmm sedaaaap!" Toton sedang melamunkan es yang akan menyejukkan tenggorokkannya. "Tapiii..." Ya, tapi Toton tidak mempunyai uang. Uangnya sudah habis dipakai untuk membeli sampul plastik. Toton lalu masuk ke rumah. Ia mencari Inah, kalau-kalau ia mau meminjamkan uangnya. Tapi, Bi Inah tak ada. Toton lalu pergi ke kamar mencari mamanya. Tapi tak ada juga. Memang siang-siang seperti ini Mama dan Bi Inah sering membantu Papa di warung. Eee, ada dompet Mama. Pasti ada uangnya. Ya, pasti! "Esss... essss!...

CERPEN : Gigi Dita

  "DITA, jangan lupa sikat gigi," pesan Mama, setelah Dita seiesai sarapan. Ya, Ma!" sahut Dita seraya pergi ke kamar mandi. Mula-mula ia mengambil sikat giginya yang berwarna merah. Lalu air untuk berkumur. Serta tak lupa menaruh sedikit odol di sikat giginya. Tak lama kemudian Dita pun sudah mulai menggosok giginya. Mula-mula gigi bagian atasnya. Dari atas ke bawah. Kemudian gigi bawah. Dari bawah ke atas. Ya, Dita rajin menggosok gigi. Setiap pagi dan malam ia tak pernah lupa menggosok gigi. "Aduuuuh!" tiba-tiba terdengar teriakan Dita. "Ada apa Dit?" tanya Mama yang sedang mencuci piring, segera ke kamar mandi. "Gigi Dita berdarah, Ma!" lapor Dita seraya menunjukkan deretan giginya yang putih dan kecil. Ibu melihat gigi Dita dengan seksama. Lalu menggoyangkan gigi bagian depan. Dan... "Aduuuh!" sekali lagi Dita mengaduh kesakitan. "Uuuh, Mama selalu saja membuat Dita sakit!" Dita mengomel. Ia lalu berkumur sekali lagi...

CERPEN : Tiga Kebohongan

  Duo Bengis adalah julukan buat dua penjahat bengis. Bertahun-tahun mereka diburu. Banyak orang yang membicarakn mereka.  Namun, kini nama mereka mulai dilupakan. Ada seorang pemuda yang lebih terkenal. Enzo! Mereka menjadi iri. Diam-diam, mereka menyelidiki Enzo. Ternyata, Enzo hanyalah pemuda sederhana yang hidup di gubuk tua. Duo Bengis menjadi penasaran, mengapa Enzo bisa terkenal. Mereka memutuskan bertanya kepada warga desa. Pagi-pagi, mereka menyamar memasuki desa. Penjahat satu berkata pada seorang petani, “Tahukah Bapak, mengapa Enzo terkenal?” “Oh, ia rajin membantu penduduk tanpa mengharapkan imbalan," jawab Pak Tani. Kedua penjahat berpandan-pandangan. Kalau bisa merampok, mengapa harus kerja keras! pikir mereka dalam hati. Penjahat dua lalu bertanya pada seorang ibu di jalan, “Maaf, apakah Ibu mengenal Enzo?” “Tentu,” sahut ibu itu. “Saat panen sawahku gagal, Enzo membagi hasil panennya yang sedikit.” Duo Bengis menggeleng. Harta mereka didapat dengan taruhan nya...