Dongeng : Keledai Pemalas
Pada musim panas. tampak seekor keledai berjalan di gunung. Keledai itu membawa beberapa karung garam di punggungnya. Karung itu sangat berat. sementara matahari bersinar dengan panas.
"Panas sekali aku tidak berpikir aku bisa berjalan lagi." kata keledai itu.
Di depan, terlihat seperti sungai.
"Ah, ada sungai! Sebaiknya aku istirahat dulu." kata keledai dengan gembira.
Tanpa pikir panjang si menceburkan dirinya ke sungai, alhasil dia pun terpeleset. Dia mencoba untuk bediri kembali. tetapi tidak berhasil. la masih berusaha untuk berdiri, tetapi ada yang aneh dia merasa beban di punggungnya semakin ringan.
Akhirnya keledai itu bisa berdiri lagi.
"Ya ampun, garamnya larut!" Tuan itu berkata dengan marah,
"Oh, maaf, garamnya larut di air ya?" kata keledai itu.
Beberapa hari kemudian. keledai mendapat tugas lain untuk membawa garam. Seperti biasa, dia harus berjalan melewati gunung oleh tuannya.
"Sebentar lagi akan ada sungai di depan." kata keledai di hatinya.
Saat Keledai melintasi sungai, ia sengaja menjatuhkan dirinya kembali. Byuuuuur! Tentu saja garam yang ada di punggungnya langsung larut di dalam air.
Beban menjadi ringan.
"Ahhh ringan sekali," kata keledai senang.
Mengetahui keledai menjatuhkan dirinya dengan sengaja, tuannya menjadi marah.
"Dasar Keledai pemalas!" Tuannya berkata dengan marah.
Keesokan harinya, keledai mendapat pekerjaan membawa kapas. Sama seperti sebelumnya, dia berjalan bersama tuannya melalui pegunungan yang dilaluinya kemaren.
Sesampainya mereka di sungai, keledai pemalas itu kembali sengaja menjatuhkan dirinya ke sungai. Tetapi kapas yang dapat menyerap air membuat muatannya menjadi seberat batu. Mau tidak mau, keledai pemalas itu harus terus berjalan dengan beban yang amat berat di punggungnya. Keledai berjalan pelan dan lemas di bawah terik matahari sampai
tujuan.
Sumber : https://www.slideshare.net/slideshow/dongeng-anak-singkat/249595711
Komentar
Posting Komentar