CERPEN : Pemburu Tua dan Harimau

 Disebuah gunung, berdiamlah seekor harimau yang ganas. harimau ini telah menerkam dan menewaskan beberapa penduduk desa tak jauh dari gunung itu. maka, kepala desa itu mengumumkan, barang siapa dapat membunuh harimau itu akan diberi hadiah. banyak yang mencoba, namun mereka semua tewas.

akhirnya, kepala desa memanggil seorang pemburu harimau yang terkenal dari desa lain. ketika pemburu itu datang. penduduk desa itu keluar dari rumah. mereka ingin melihat pemburu yang terkenal itu.

 akan tetapi, mereka kecewa ketika melihatnya. pemburu itu sudah tua. badannya kecil dan punggungnya bongkok. pemburu itu ditemani seorang anak laki-laki yang berumur kira-kira dua belas tahun.

"mana harimau itu?" tanya si pemburu tua. tak seorang pun menjawab.

"ayo mari kita tangkap kucing besar itu sebelum ia menerkam orang lagi" seru pemburu tua itu. lagi-lagi tak ada yang menjawab.

maka tahulah si pemburu tua bahwa tak ada yang mau membantunya. ia pun menunggu sampai keesokan harinya. lalu, ia bercerita kepada kepala desa tentang apa yang telah terjadi.

 kepala desa lalu memerintahkan sepuluh laki-laki muda untuk mengantarkan kakek dan anak laki-laki itu ke gunung tempat harimau itu berada. ketika tiba dikaki gunung, kesepuluh laki-laki muda itu tak berani melanjutkan perjalanan.

"ayo!" ajak pemburu tua, "jangan takut! akan ku perlihatkan bagaimana cara membunuh harimau!"

barulah kesepuluh orang itu berani melanjutkan perjalanan.

ketika hampir mendekati gua tempat tinggal harimau, pemburu tua menyuruh mereka berhenti.

"galilah sebuah lubang yang dalam di depanku!" perintahnya kepada orang-orang itu, "lalu, tutupi lubang itu dengan daun-daunan!"

setelah mereka melakukan apa yang diperintahkan. si pemburu tua berkata lagi, " sekarang, anak laki-laki ini akan mengaum seperti harimau! bila harimau keluar dari gua, kalian semua harus bersembunyi dibalik batu karang. aku akan menghadapi harimau itu seorang diri!"

anak laki-laki itu pun mengaum seperti harimau. harimau itu keluar dari gua. ia lari menuju ke pemburu tua yang telah menantinya dengan sebatang tombak. namun, sebelum harimau itu mencapai si pemburu tua, ia jatuh terperosok ke dalam lubang perangkap.

pemburu tua membungkuk ke lubang dan tertawa. "tertangkap kau!" teriak pemburu tua. pemburu tua lalu memanah kaki harimau dengan anak panah bius.

harimau itu tertidur. "ayo kita bawa harimau ini ke tengah hutan belantara. sehingga tidak mengganggu penduduk desa lagi" ujar pemburu tua.

para penduduk desa sangat berterima kasih kepada pemburu tua untuk keberanian dan kepandaiannya. mereka memintanya agar mau tinggal di desa itu dan menjadi pimpinan mereka.




Sumber : Majalah Bobo Edisi 17 | 29 juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng : Kisah Laba-laba, Kupu-kupu, dan Kancil

Cerpen : Obat Bosan dari Nenek

Cerpen : Hutan Merah